Nazwa Blogger
Tentang uploadtan sesuatu yang aku kerjakan disini, ikutilah agar tidak ketinggalan pembaruan berita! Tentang proyek mandiri chat Fla Roti, gambar hiburan tradi/modern, 3D model, desain, dan masih banyak lagi. Lihat media terhubung lainnya di Instagram dan Facebook
Minggu, 22 Februari 2026
Membeli buku C dan C++ Pertamaku
Rabu, 18 Februari 2026
Tutorial Sederhana Bermain MYSELF
Assemble Who You Are
Moshe akan memberitahumu bagaimana cara bermain gim bongkar pasang:Kita jelaskan dalam bentuk gambar juga:
Langkah pertama, siapkan edisi batch MYSELF yang kamu sukai, kalau tidak punya? dapatkan di toko terdekatmu atau lewat Shopee (https://shopee.co.id/product/1602651439/46606234026/), untuk saat ini kita baru memiliki 3 batch.
Dan nikmati hasil, jangan lupa beri karaktermu nama, misalnya disini Saya memberi nama "Moshe"
Catatan Perjalanan YosDress (Beta v0.1)
Rabu, 11 Februari 2026
Doa Tidak Sama Dengan Pikiran
Tulisan ini sebagian hasil generative AI
Dalam Islam, pikiran bukan doa.Pikiran belum dicatat.Yang dicatat adalah niat yang disadari, ucapan, dan perbuatan.Maka menjaga pikiran itu penting, bukan karena ia doa,tapi karena ia pintu ke niat.
“Pikiran = doa” (tidak tepat secara syariat)
- Dimohonkan
- Diucapkan (lisan)
- Atau diniatkan secara jelas sebagai ibadah
QS. Ghafir 40:60“Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan…”
Pembedaan yang BENAR: pikiran - niat - ucapan - perbuatan
a) Pikiran lintas (khathir)
- Datang dan pergi
- Belum dicatat
- Tidak berdosa dan tidak berpahala
QS. Qaf 50:16“Kami mengetahui apa yang dibisikkan oleh jiwanya…”
“Sesungguhnya Allah memaafkan umatku atas apa yang terlintas di hati mereka, selama belum diucapkan atau dilakukan.”(HR. Bukhari & Muslim)
b) Niat
“Sesungguhnya amal-amal itu tergantung niatnya.”(HR. Bukhari & Muslim)
c) Ucapan
QS. Qaf 50:18“Tidak ada satu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada malaikat pengawas yang siap mencatat.”
d) Perbuatan
Ini wilayah paling tegas.
QS. Az-Zalzalah 99:7–8
“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah… dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah…”
Perbuatan = konsekuensi nyata.
Jadi, bagaimana kalimat itu seharusnya dipahami?
QS. Asy-Syams 91:8–10“Allah mengilhamkan kepada jiwa jalan kefasikan dan ketakwaannya…”
Dalam Yudaisme: pikiran ≠ doa (secara literal)
- Tindakan sadar
- Diucapkan atau ditata secara formal
- Menghadap Tuhan dengan kerendahan hati
“Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu, segenap jiwamu, dan segenap kekuatanmu.”
Pikiran dalam Yahudi: ada kategori khusus
a) Machshavah (pikiran)
- Pikiran biasa
- Lintasan mental
- Tidak otomatis berdosa
b) Hirhur aveirah (pikiran menuju dosa)
Hirhur aveirah kashah me’aveirah“Pikiran menuju dosa bisa lebih berbahaya daripada dosanya sendiri.”
- pikiran yang dipelihara
- dibayangkan
- disengaja akan mengotori jiwa.
c) Kavanah (כוונה) – niat sadar
- Doa tanpa kavanah = kosong
- Amal tanpa kavanah = cacat
“Jika seseorang membaca doa tanpa niat, ia belum benar-benar berdoa.”
Ucapan & tindakan: yang benar-benar “mengikat”
“Apa yang diucapkan seseorang dengan mulutnya, jangan ia langgar.”
“Karena setiap perbuatan akan dibawa Allah ke pengadilan.”
Jadi bagaimana posisi kalimat “pikiranmu adalah doa” menurut Yahudi?
- Taurat
- Mishnah
- Talmud
Secara moral-populer (baru & longgar):
- Pikiran membentuk arah hidup
- Pikiran memengaruhi niat
- Maka jagalah pikiran
Dalam Islam maupun Yahudi, pikiran bukan doa.Pikiran adalah arah, bukan permohonan.Doa menuntut kesadaran, niat, dan keterarahan kepada Tuhan.Maka jagalah pikiran, bukan karena ia doa,tapi karena ia pintu menuju niat dan perbuatan.
Selasa, 10 Februari 2026
Pikiran Block Saat Mengerjakan Proyek C++: Bahaya yang Sering Diabaikan Pemula
Tulisan ini sebagian hasil generative AI
“Waduh… aku nggak punya gambaran harus nyusun kodenya seperti apa.”
Ketika Pemula Diberi Proyek: Masalahnya Bukan Kode, Tapi Gambaran Mental
- if, for, while
- int, float
- fungsi
- Bahkan sedikit class
gambaran mental tentang alur program
- Mulai dari sini
- Data mengalir ke sana
- Objek hidup sampai kapan
- Pemula menatap file kosong
- Bingung mau mulai dari mana
- Takut salah dari baris pertama
Pikiran Block adalah Zona Bahaya di C++
- Kode berantakan
- Performa buruk
- Tapi program tetap jalan
- Desain memori salah
- Lifetime objek kacau
- Pointer tidak jelas kepemilikannya
- Bug yang tidak langsung muncul
- Lompat-lompat nulis kode
- Copy-paste tanpa paham alur
- “Asal jadi dulu”
Kesalahan Umum: Mengira AI Bisa Mengganti Pola Pikir
“Kalau bingung, minta AI saja.”
- Langsung memberi struktur final
- Menyuapi kelas, fungsi, dan algoritma
- Menyelesaikan sebelum kamu paham masalah
- Kode ada
- Program jalan
- Pola pikir tidak tumbuh
- Mana data
- Mana pemilik memori
- Mana alur kontrol
- Mana titik awal dan akhir program
Dinamika Masalah Lain yang Jarang Dibicarakan
Takut Salah Lebih Besar dari Keinginan Mencoba
- Terlalu hati-hati
- Takut crash
- Takut salah desain
desain jelek yang dipahami lebih berharga daripada desain “bagus” yang ditiru.
Bingung Memisahkan “Masalah” dan “Implementasi”
- Class apa?
- Fungsi apa?
- Masalah apa yang mau diselesaikan?
- Data apa yang terlibat?
- Siapa yang mengubah siapa?
Overthinking Struktur Sejak Awal
- “C++ harus rapi”
- “C++ harus efisien”
- mikirin arsitektur besar
- padahal belum tahu alurnya
kode yang hidup lebih penting daripada kode yang sempurna
Jalan Keluar dari Pikiran Block (Khusus C++)
- Mulai dari alur, bukan file
- Tulis di kertas: input -> proses -> output
- Buat versi jelek yang kamu pahami
- Satu main.cpp
- Satu alur lurus
- Tanpa OOP dulu
- Tanya “siapa punya data ini?”
- Stack atau heap?
- Siapa yang menghapus?
- Gunakan AI sebagai cermin, bukan otak
- Minta penjelasan
- Minta alternatif
- Bukan solusi final
- Sadari bahwa bingung itu fase normal
- Bukan kegagalan
- Tapi tanda otak sedang belajar berpikir sistem
Penutup
- Kamu tidak lagi sekadar menulis kode
- Kamu sedang belajar menyusun sistem di kepala
Berpikir sebelum menulis,dan bertanggung jawab atas apa yang ditulis.
Sabtu, 07 Februari 2026
Kalau dengan AI lawan timpa string maka?
Tulisan ini sebagian hasil generative AI
AI:
-
bisa bantu menulis
-
bisa bantu menjelaskan
-
bisa bantu eksperimen
Tapi AI tidak menanggung konsekuensi runtime.
AI tidak:
-
men-debug UB yang hanya muncul di production
-
memutuskan layout memori kernel
-
bertanggung jawab saat sistem crash
Di C++ (dan apalagi OS):
Pemahaman manusia tetap penentu akhir
AI itu alat, bukan penanggung jawab.
AI, string replacement, dan realita C++
Tapi AI tidak merasakan akibatnya:
-
buffer overflow
-
stack corruption
-
crash acak
Manusia yang paham C++ langsung sadar:
// SALAH secara konseptual
Di C++, pemahaman mengalahkan generasi kode.
Postingan lainnya
Membeli buku C dan C++ Pertamaku
Membeli buku C++ untukku adalah hadiah puasa Ramadhan ke-5. Saya pada awal membeli buku ini bukan karena ragu, sepenarnya bukan karena konsu...
-
Perkenalkan Sigma Spiral hasil dari penemuanku ini Saya menulisnya di dalam jurnal blog setelah kemarin Saya memublikasikannya. Perkenalkan ...
-
Dalam sejarah matematika di mana sebuah ide sederhana mampu membuka jendela baru menuju pemahaman lebih dalam. Seperti yang kita kenal adala...
-
Cara bermain dengan boneka. Judul ini pasti banyak yang sepele karena bermain boneka itu gampang cuma hanya di gerak-gerakkan diputar-putar ...







