Selasa, 24 Februari 2026

Cerita 001

Foto ini adalah hasil generetif AI

Pagi ini Saya mulai jalan-jalan ke Yogyakarta, dimana Saya disambut kameramen cantik yang dipagi hari tiba menyambutku. Perjalanan Saya membawa makna, Saya berjumpa orang jogging di pagi hari, toko makanan tutup karena puasa ramadhan, ohh.. iya... tidak lama lagi Saya akan menyambut purim. Persiapan menyambut kemenangan dari Haman.

Tidak lupa Saya akan sopan dan santun kepada orang sekitar.

Cukup disini.

– Nazwa


Senin, 23 Februari 2026

Imlek dan Ramadhan


Tahun ini unik, ketika imlek berdekatan dengan bulan Ramadhan. Kita bahas ditempat blogku:

Tahun Baru Imlek jatuh pada tanggal 17 Februari 2026, sementara awal Ramadan diprediksi jatuh pada tanggal 18 atau 19 Februari 2025.

Ini adalah alasan utamanya. Kedua perayaan ini menggunakan sistem kalender yang berbeda dengan kalender Masehi (Gregorian):

  • Ramadan (Kalender Hijriah): Berdasarkan siklus bulan sepenuhnya (lunar). Satu tahun Hijriah lebih pendek sekitar 10-12 hari dibanding kalender Masehi. Itulah sebabnya bulan Ramadan selalu "maju" setiap tahunnya.
  • Imlek (Kalender Lunisolar): Berdasarkan siklus bulan tetapi tetap disesuaikan dengan matahari (solar). Itulah sebabnya Imlek selalu jatuh di antara akhir Januari hingga pertengahan Februari.
Karena kalender Hijriah terus bergerak maju sekitar 11 hari setiap tahunnya terhadap kalender Masehi, ada saatnya bulan Ramadan akan "berpapasan" dengan bulan-bulan di kalender lain yang posisinya cenderung tetap (seperti Imlek).

Momen di mana Imlek dan Ramadan terjadi bersamaan atau berdekatan hanya terjadi dalam siklus puluhan tahun. Terakhir kali fenomena "berdekatan" yang cukup signifikan terjadi pada akhir tahun 1990-an dan awal 2000-an.

Fenomena ini unik karena beberapa hal:
  • Biasanya kita punya waktu jeda berbulan-bulan antar hari raya besar. Di 2026 ini, euforia lampion merah dan bedug Ramadan harfiah berada di minggu yang sama.
  • Warung-warung dan mal pasti bingung dekorasi. Mungkin kita bakal lihat pohon meihua yang digantungi amplop angpao sekaligus ketupat lebaran di sebelahnya.

​"Gong Xi Fa Cai sekaligus Marhaban Ya Ramadan! Semoga rezeki selancar naga terbang, dan hati sebersih embun pagi saat sahur. Tahun ini temanya: Pencitraan Toleransi Level Maksimal!"

Minggu, 22 Februari 2026

Membeli buku C dan C++ Pertamaku


Membeli buku C++ untukku adalah hadiah puasa Ramadhan ke-5. Saya pada awal membeli buku ini bukan karena ragu, sepenarnya bukan karena konsumtif juga.

Membelinya buku ini karena rekomendasi dari nalur pikiran analisa ChatGPT yang bukan pintar namun dia pandai menganalisis percakapanku. Ia berhasil membuatku untuk mendapatkannya.

Saya teringat satu hal:
"Ilmu itu datang karena kamu datang,
Bukan guru yang datang kepada murid"

Itu akan menjadi pepatah dikenang selamanya. Layak dipikirkan lebih.

Saya membelinya karena senang dan antusias dengan bahasa C++ low-lovel meskipun banyak yang bilang tidak rekomendasi ke ranah itu, ingat perkataan ini juga:

"Pekerjaan kecil akan menghasilkan hasil kecil, pekerjaan besar akan menghasilkan hasil besar"

Saya akan tetap dengan antusias kalau C++ menjadi bahasa pemrograman Saya,

Saya cinta Windows dan Saya cinta C++, esok hari Saya juga akan cinta bahasa C.

Bahasa C++ adalah segalanya untuk laptop kentang sepertiku, awww...

Pengajian Pada Tanggal 22 Feb 2026


Pengajian ini diisi pada tanggal 22 Feb 2026.

Rabu, 18 Februari 2026

Tutorial Sederhana Bermain MYSELF

Moshe sedang membawa gim bongkar pasang tradisional bermerek MYSELF. MYSELF adalah pengalaman berdandan yang terinspirasi oleh boneka kertas tradisional. Cara yang lambat dan taktil untuk tetap terhubung dengan diri sendiri.

Assemble Who You Are
Moshe akan memberitahumu bagaimana cara bermain gim bongkar pasang:
Kita jelaskan dalam bentuk gambar juga:


Langkah pertama, siapkan edisi batch MYSELF yang kamu sukai, kalau tidak punya? dapatkan di toko terdekatmu atau lewat Shopee (
https://shopee.co.id/product/1602651439/46606234026/
), untuk saat ini kita baru memiliki 3 batch.


Disini kita mengambil batch 2 dimana tema tentang religi, dimana kita melihat file mentahan,


Supaya mudah memotong halus, kita potong secara kasar


Hits: Haluskan potongan menjadi rapih (sesuai line art hitam tebal tepi setiap objek)


Susun objek sesuai pasangannya

Dan nikmati hasil, jangan lupa beri karaktermu nama, misalnya disini Saya memberi nama "Moshe"



Catatan Perjalanan YosDress (Beta v0.1)

YosDress adalah proyek yang dijalankan secara bertahap dan terbuka. Versi beta v0.1 menandai satu fase kerja: sebuah titik di mana proyek telah dapat dijalankan, diuji, dan didokumentasikan sebagai bagian dari perjalanannya.

Dalam prosesnya, YosDress dibangun menggunakan C++ dan pustaka grafis SFML. Keduanya berfungsi sebagai alat kerja yang memungkinkan ide divisualisasikan dan diinteraksikan secara langsung. Penjelasan teknis tidak menjadi fokus, karena proyek ini lebih banyak berbicara melalui bentuk dan prosesnya.

Pengembangan YosDress berlangsung dengan ritme yang tenang. Tidak ada target waktu yang ketat, tidak ada dorongan untuk segera menuntaskan seluruh rencana. Pekerjaan dilakukan dalam unit-unit kecil: menyusun satu bagian, mencoba menjalankannya, memperbaiki seperlunya, lalu berhenti. Kadang perubahan terlihat jelas, kadang hampir tidak terasa.

Proses compile menjadi bagian rutin dari pekerjaan ini. Ia bukan momen klimaks, melainkan langkah yang berulang. Saat program berhasil dijalankan, proyek bergerak maju. Saat tidak, ada bagian yang perlu ditinjau kembali. Aktivitas ini membentuk pola kerja yang stabil dan terukur.

Versi beta v0.1 dipilih sebagai penanda yang wajar. Tidak semua fitur perlu hadir, dan tidak semua kemungkinan perlu dikejar. Pada tahap ini, YosDress sudah cukup untuk menunjukkan bentuk dasarnya: sebuah proyek yang berjalan, dapat dimainkan, dan masih terbuka untuk perkembangan selanjutnya.

Seiring berjalannya waktu, pendekatan terhadap proyek ini menjadi semakin sederhana. Keputusan diambil dengan mempertimbangkan keberlanjutan kerja, bukan kelengkapan semata. Fokusnya adalah menjaga agar proyek tetap bisa dikerjakan, tanpa beban tambahan yang tidak perlu.
YosDress kemudian dibagikan secara publik melalui SourceForge sebagai rilis, dan GitHub sebagai repositori kode sumber. Keterbukaan ini dimaksudkan sebagai dokumentasi proses. Proyek tersedia untuk dilihat, dicoba, dan dipelajari sesuai kebutuhan masing-masing.

Catatan ini ditulis sebagai bagian dari arsip perjalanan YosDress. Ia merekam satu tahap kerja yang telah dilalui, alat yang digunakan, dan keputusan yang diambil pada saat itu. Tidak ada kesimpulan besar yang ingin ditarik. Proyek ini dicatat sebagaimana adanya sebuah proses yang sedang berjalan, dan akan terus berkembang sesuai waktunya.

Rabu, 11 Februari 2026

Doa Tidak Sama Dengan Pikiran

Tulisan ini sebagian hasil generative AI 

Dalam Islam, pikiran bukan doa.
Pikiran belum dicatat.
Yang dicatat adalah niat yang disadari, ucapan, dan perbuatan.
Maka menjaga pikiran itu penting, bukan karena ia doa,
tapi karena ia pintu ke niat.

“Pikiran = doa” (tidak tepat secara syariat)

Dalam Islam, doa itu perbuatan sadar:
  • Dimohonkan
  • Diucapkan (lisan)
  • Atau diniatkan secara jelas sebagai ibadah

QS. Ghafir 40:60
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan…”

Doa bukan lintasan pikiran.
Ia adalah permohonan yang disengaja.
Jadi kalimat “pikiranmu adalah doa” tidak memiliki dasar Al-Qur’an maupun hadits.

Pembedaan yang BENAR: pikiran - niat - ucapan - perbuatan

a) Pikiran lintas (khathir)

  • Datang dan pergi
  • Belum dicatat
  • Tidak berdosa dan tidak berpahala
QS. Qaf 50:16
“Kami mengetahui apa yang dibisikkan oleh jiwanya…”

Diketahui Allah, tapi bukan berarti dicatat sebagai dosa.
Hadits shahih:
“Sesungguhnya Allah memaafkan umatku atas apa yang terlintas di hati mereka, selama belum diucapkan atau dilakukan.”
(HR. Bukhari & Muslim)

b) Niat

Niat bukan sekadar pikiran, tapi kehendak sadar.
Hadits paling fundamental:
“Sesungguhnya amal-amal itu tergantung niatnya.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Niat baik:
Bisa berpahala meski belum terlaksana

Niat buruk:
Belum berdosa selama belum dilakukan

c) Ucapan

Ucapan sudah masuk wilayah catatan.
QS. Qaf 50:18
“Tidak ada satu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada malaikat pengawas yang siap mencatat.”

d) Perbuatan

Ini wilayah paling tegas.

QS. Az-Zalzalah 99:7–8

“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah… dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah…”

Perbuatan = konsekuensi nyata. 

Jadi, bagaimana kalimat itu seharusnya dipahami?

QS. Asy-Syams 91:8–10
“Allah mengilhamkan kepada jiwa jalan kefasikan dan ketakwaannya…”
Pikiran adalah awal arah, bukan doa itu sendiri.

Dalam Yudaisme: pikiran ≠ doa (secara literal)

Dalam Yahudi klasik (Tanakh/Taurat), doa (תפילה / tefillah) adalah:
  • Tindakan sadar
  • Diucapkan atau ditata secara formal
  • Menghadap Tuhan dengan kerendahan hati
Doa BUKAN sekadar lintasan pikiran.
Ulangan/Devarim 6:5
“Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu, segenap jiwamu, dan segenap kekuatanmu.”
“Hati” (lev) di sini bukan pikiran acak, tapi pusat kehendak dan kesadaran moral.

Pikiran dalam Yahudi: ada kategori khusus

Yudaisme sangat teliti membedakan kondisi batin.

a) Machshavah (pikiran)

  • Pikiran biasa
  • Lintasan mental
  • Tidak otomatis berdosa
Sama seperti dalam Islam: belum dicatat sebagai pelanggaran.

b) Hirhur aveirah (pikiran menuju dosa)

Dalam Talmud, dikenal konsep:
Hirhur aveirah kashah me’aveirah
“Pikiran menuju dosa bisa lebih berbahaya daripada dosanya sendiri.”
Ini bukan berarti pikiran dihukum,
melainkan:
  • pikiran yang dipelihara
  • dibayangkan
  • disengaja akan mengotori jiwa.
Belum dihukum, tapi merusak batin.
Ini mirip konsep niat, bukan lintasan acak.

c) Kavanah (כוונה) – niat sadar

Ini titik krusial.
Dalam Mishnah & Talmud:
  • Doa tanpa kavanah = kosong
  • Amal tanpa kavanah = cacat
Contoh (Mishnah Berakhot 2:1, makna):
“Jika seseorang membaca doa tanpa niat, ia belum benar-benar berdoa.”
Jadi:
Niat sadar lebih penting daripada kata
Tapi niat ≠ pikiran acak

Ucapan & tindakan: yang benar-benar “mengikat”

Bilangan/Bamidbar 30:3
“Apa yang diucapkan seseorang dengan mulutnya, jangan ia langgar.”
Ucapan sudah mengikat secara hukum.

Pengkhotbah/Kohelet 12:14
“Karena setiap perbuatan akan dibawa Allah ke pengadilan.”
Perbuatan adalah wilayah pertanggungjawaban utama.

Jadi bagaimana posisi kalimat “pikiranmu adalah doa” menurut Yahudi?

Secara literal: SALAH
Tidak ada dalam:
  • Taurat
  • Mishnah
  • Talmud
Tidak dikenal konsep:
“Machshavah = tefillah”

Secara moral-populer (baru & longgar):

Kadang dipakai secara metaforis, maksudnya:
  • Pikiran membentuk arah hidup
  • Pikiran memengaruhi niat
  • Maka jagalah pikiran
Ini etika, bukan hukum ibadah.
Dalam Islam maupun Yahudi, pikiran bukan doa.
Pikiran adalah arah, bukan permohonan.
Doa menuntut kesadaran, niat, dan keterarahan kepada Tuhan.
Maka jagalah pikiran, bukan karena ia doa,
tapi karena ia pintu menuju niat dan perbuatan.

Postingan lainnya

Cerita 001

Foto ini adalah hasil generetif AI Pagi ini Saya mulai jalan-jalan ke Yogyakarta, dimana Saya disambut kameramen cantik yang dipagi hari tib...