Jumat, 22 Mei 2026

Versi

Mesin fakum menyedotku, aku debu apakah suci ataukah aku layak kotor.

Orang mengambilku dengan kedua tangannya dan mereka ber-taharah.

Aku masih menjadi aneh,

Aku masih versi dulu?

Aku masih melihat kedepan!


Jumat Berkah

Alhamdulillah Jumat berkah,
Hari penciptaan Nabi Adam AS, hari diterimanya tobat beliau, dan diyakini sebagai hari terjadinya Kiamat.

Melukiskan seni gaya baru pertama tidak tetapku, saya melihat gaya ini tanpa line art dan umum, ada di Facebook. Cenderung saya melukiskan ilustrasi dengan line adalah kesukaan saya karena ketegasan subjek, objek, dan latar semakin jelas dan kekanak-kanakan!


Ini adalah lukisan Shabbat Shalom pertama saya, tidak ada yang lain bahkan termasuk kartu ucapan sendiri. Saya ingin bilang soal Shabbat Shalom di hari Jumat:

Ruang hari Sabat dengan hari Jumat

  • Momentum transisi: tepat sebelum matahari terbenam, hari Jumat berubah menjadi waktu keramat Sabat. Masa peralihan ini disebut Erev Shabbat.
  • Pada hari Jumat, umat Yahudi membersihkan rumah, menyiapkan pakaian terbaik, dan memasak makanan mewah untuk dinikmati selama Sabat, karena memasak dilarang saat Sabat berlangsung.

Perbedaan Hari

  • Hari Jumat melambangkan usaha, duniawi, dan persiapan. Ini adalah hari di mana manusia berinteraksi dengan dunia dan menyelesaikan tugas-tugas fisik.
  • Sabat melambangkan "kebebasan radikal", kedamaian spiritual, dan kesucian. Umat Yahudi melepaskan diri dari kendali pekerjaan, uang, dan teknologi.

Kata-kata hari ini:
"Sekarang setipis tisu antara hari Jumat dan Sabtu, jangan memicu dosa pada hari Sabat."

Rabu, 20 Mei 2026

Jarak Baal Shem Tov dengan Pandanaran II

Baal Shem Tov lahir pada tahun 1698 (tepatnya pada tanggal 18 Elul 5458 dalam kalender Yahudi). Ia lahir di sebuah kota kecil bernama Okup di Ukraina dan dikenal sebagai bapak pendiri Yudaisme Hasidik.
sedangkan

Sunan Pandanaran (atau Sunan Bayat/Sunan Jabalkat) diperkirakan lahir sekitar tahun 1461 Masehi pada era Kerajaan Majapahit. Beliau adalah putra dari Maulana Ishaq yang pernah menjabat sebagai Adipati Semarang (Ki Ageng Pandanaran I) dan kemudian menyebarkan agama Islam di daerah Bayat, Klaten, Jawa Tengah.

Berdasarkan informasi, jarak tahun antara kelahiran Sunan Pandanaran dan Baal Shem Tov adalah 237 tahun.

Berikut adalah rincian perhitungannya:
  • Tahun kelahiran Baal Shem Tov: 1698 Masehi
  • Perkiraan tahun kelahiran Sunan Pandanaran: 1461 Masehi

1698 - 1461 = 237


Jadi, Sunan Pandanaran diperkirakan lahir sekitar 237 tahun lebih awal dibandingkan Baal Shem Tov.

Amal Langgeng Baal Shem Tov


Pada abad ke-18. Beliau teratur berbaur dengan orang non-Yahudi. Berkelana di pedesaan terpencil, sering tinggal, singgah, dan berinteraksi dengan petani non-Yahudi setempat dan pemilik kedai minuman.

Praktik perjalanan dan interaksi sang tokoh antara lain:
  • Baal Shem Tov menghabiskan waktu hidup dan bepergian di antara rakyat jelata pedesaan. Ia sering mengandalkan pengemudi gerobak non-Yahudi untuk menavigasi pedesaan Ukraina dan akan berhenti untuk berinteraksi dengan penduduk setempat.
    • Beliau sering menyewa atau menumpang gerobak dengan pengemudi (kusir) non-Yahudi untuk menavigasi desa-desa terpencil di wilayah Ukraina. Perjalanan ini bukan sekadar transportasi, tetapi ruang interaksi budaya dan spiritual di mana ia mengajarkan nilai-nilai moral universal.
    • Selama di perjalanan, ia sering berhenti dan berbicara dengan petani, penjaga penginapan, dan rakyat pedesaan. Ia mendengarkan penderitaan mereka, menawarkan doa, memberikan konseling, dan berbagi cerita yang membangkitkan semangat.
    • Sebelum dikenal luas, ia menghabiskan waktu bertahun-tahun tinggal di wilayah pegunungan Carpathia. Ia berbaur dengan penduduk setempat, menggali tanah liat, dan mempelajari tumbuh-tumbuhan untuk pengobatan herbal, yang membuatnya dihormati sebagai tabib spiritual (seorang Baal Shem atau "Master Nama Baik").
  • Ajaran mistiknya menekankan bahwa percikan Ilahi tersebar di seluruh dunia, bahkan di tempat-tempat biasa atau yang tampaknya profan. Keyakinan ini mendorong hubungan yang mudah didekati dan egaliter dengan semua orang, menumbuhkan gagasan bahwa kesucian dapat ditemukan atau ditingkatkan di mana saja.
    • Konsep Nitzotzot: beliau mengajarkan konsep bahwa seluruh alam semesta diresapi oleh kehadiran dan energi Tuhan. Berdasarkan ajaran Kabbalah sebelumnya, ia percaya bahwa ada "percikan-percikan Ilahi" atau Nitzotzot yang tersebar dan jatuh ke dalam materi di seluruh dunia, bahkan di tempat-tempat yang tampaknya duniawi (profan) atau gelap.
    • Segala aktivitas sehari-hari, seperti: makan, minum, berbisnis, atau bahkan tertawa ini bisa menjadi tindakan ibadah atau spiritual. 
    • Ketika seseorang melakukan aktivitas duniawi dengan kesadaran penuh dan niat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, mereka mengangkat dan mengembalikan percikan Ilahi yang terperangkap di benda tersebut kembali kepada Sumbernya.
    • Sebelum era Hasidisme, kajian kitab suci yang mendalam sering kali dipandang sebagai satu-satunya jalan utama untuk mencapai kedekatan dengan Tuhan, yang biasanya hanya bisa diakses oleh para cendekiawan atau elit agama.
    • Baal Shem Tov mendemokratisasikan spiritualitas dengan mengajarkan bahwa kesucian bisa ditemukan di mana saja dan oleh siapa saja. Pelayanan dengan hati yang murni, sukacita, dan ketulusan dari seorang rakyat jelata atau petani yang sederhana bisa menyamai atau bahkan melampaui pembelajaran seorang sarjana.
  • Sebagai seorang tokoh masyarakat, ia melayani berbagai lapisan orang yang meminta bantuannya, dengan rincian sebagai berikut:
    • Pengobatan Fisik dan Rohani: Ia dikenal sering meresepkan obat herbal dan menggunakan ritual doa atau jimat dengan nama Tuhan untuk menyembuhkan penyakit dan menolak bala.
    • Lingkup Pasien yang Luas: Pelayanannya tidak terbatas hanya untuk umat Yahudi. Masyarakat tetangga dari berbagai latar belakang, hingga para bangsawan non-Yahudi, rutin mencari bantuannya untuk mengatasi masalah kesehatan maupun urusan duniawi.
    • "Alih-alih menjadi tokoh pinggiran atau pemberontak (seperti yang digambarkan pada banyak legenda), catatan sejarah menunjukkan bahwa ia adalah warga terkemuka yang terintegrasi di Medzhybizh. Kehadirannya dipandang sebagai aset bagi kota tersebut, dan ia adalah sosok yang dihormati di arus utama kehidupan komunitas."
Kisah-kisah ini menyoroti pendekatannya yang tidak konvensional terhadap iman dan keinginannya untuk terlibat dengan dunia yang lebih luas daripada membatasi fokusnya semata-mata pada lingkaran akademis yang terisolasi.

Sumber


Minggu, 17 Mei 2026

Kebencian Orang Tidak Beralasan

"Ketika dunia membalasnya dengan status "kambing hitam", kita berhak untuk mundur, menarik batas yang tegas, dan tidak memedulikan penilaian orang-orang yang hatinya sudah tertutup oleh prasangka."

Saya tahu posisi Saya,

Saya merasa tidak bersalah,

Dibawah ini adalah dasarkan poin kuat yang TEGAS,

"Jika ada orang yang membenci tanpa alasan (Sinat Chinam), maka kita harus membalasnya dengan mencintai tanpa alasan (Ahavat Chinam)."

Mengajarkan bahwa setiap orang adalah "cermin". Jika kita melihat keburukan pada orang lain tanpa alasan, itu adalah pantulan dari kekurangan yang ada di dalam diri kita sendiri yang perlu diperbaiki.

Manusia hidup didunia ada yang bebal. Mengapa mereka tetap mengajarkan kebaikan? Bukan karena mereka naif dan berpikir semua orang akan langsung berubah menjadi baik. Mereka mengajarkannya agar kebencian orang lain tidak ikut merusak kesucian jiwa kita.

  • Ketika seseorang membalas kebaikan dengan antisemitisme, itu adalah tanda bahwa mereka menolak dicerahkan.
  • Tugas kita bukan mengubah mereka (karena itu di luar kendali kita), melainkan memastikan bahwa racun mereka tidak mengubah kita menjadi orang yang penuh kebencian juga.

"Ahavat Chinam" Bukan Berarti Menyerahkan Diri untuk Diinjak

Mencintai tanpa alasan bukan berarti harus menjadi keset atau membiarkan diri disakiti.

Kutipan tentang "cermin" sering kali disalahpahami sebagai kewajiban korban untuk selalu introspeksi diri. Padahal, dalam kasus, teori ini justru menjelaskan perilaku pelaku antisemit tersebut:
  • Kebencian dan prasangka antisemit yang mereka lemparkan  adalah pantulan dari keburukan, rasa takut, dan kekosongan di dalam diri mereka sendiri.
  • Mereka menjadikan kambing hitam karena mereka tidak mampu menghadapi kekurangan diri mereka sendiri. Sebagai cermin yang memantulkan kebusukan mereka, dan mereka membenci cermin itu.

Sabtu, 16 Mei 2026

Perjuangan Menulis Cerpen Dua Buku



Ringkasnya,

Saya membuat cerita pendek fiksi tentang Yahudi Hasidik dan budaya pop. Perdana keluar: Kerinduan dan Jarak, karya kedua: Antara Teks dan Tanah.

Diantara tantangan Saya harus siap:

  • Mental: Mengingat karakter Saya bawa adalah karakter sensitif, seperti streotip negatif, teori konspirasi, dan sejarah buram.
  • Mengembangkan ide dari zona nyaman: Salah satu karya Saya dimulai dari seorang Hasidik, Saya membuatnya agar tidak stuck dan tidak writer's blok, satu arah poros cerita agar poin topik tidak terelincir kemana-mana dengan cara membuang tidak perlu dan mungkin ada yang favorit.
  • Membuat hidup: Tuntukan penulis mengaharuskan karakter terlihat hidup dengan cara pembaca supaya peduli.
Rangkaian:
Membuat dualitas kehidupan, antara tradisional/tertutup/konservatif plus budaya pop, sehingga konflik dirasakan kesan klise, inilah yang membuat hidup.
Ini masih dalam tahap perjuangan; menggambarkan dua kultur agar akurat, menghindari streotip, dan benang merah.

Rabu, 13 Mei 2026

Satu Orang Memandangku Baik; Maka Baik

Kita akan membahas seni label "negatifku",
Sengaja karena genAI lebih dua kali dalam kasus percakapan lain menjawab lukisanku dicap negatif,
Aku harap tidak membawa masalah seluas lautan bahkan serius untuk digores kuku,

Salah satu karya sensitifku


Mari luruskan,
Saya belajar anatomi,
Saya belajar budaya,
Saya belajar social,
Saya belajar bahasa,
Maka Saya tuangkan ke dalam:
Gambar penghargaan,
Inilah rasa syukur

Saya memancing pandangan AI dan hasil sangat tidak baik. Apa yang dipahamkan bukan membahas menjelekkan, membuat keributan, apalagi meninggikan antisemit cap populer bagi orang Yahudi.

Pandangan luas solusi benang merah karyaku sebenarnya:
"Menggunakan ekspresi seni untuk menyembuhkan trauma atau refleksi diri, sejalan dengan prinsip Hasidik tentang kegembiraan dan perbaikan diri (tikkun)."

Saya membuat dengan rasa syukur,
Saya membuat dengan rasa peduli meski bukan sama,
Saya membuat karena Saya paham masalah atas gambar Saya dan mengharuskan Saya menemukan solusi (pemikiran penonton karya Saya menjawab/komunikasi lewat gambar; mengharapkan solusi atas masalah gambar Saya)

Sayang latihan percakapan percobaan model AI soal pemahaman memahami garis besar komunikasi artku dan hasilnya gagal BESAR!

Dan kasus ujian terberat Saya,
Apakah ini fitnahan nyata,
Saya mencoba baik, dunia belum memandang Saya baik, namun Saya harus bahagia.

Saya akan mengingat kata-kata hangat (heartwarming) Hasidik:
"Bahkan jika kamu merasa tidak bisa melakukan hal baik hari ini, keinginan hatimu untuk menjadi baik sudah merupakan hal baik itu sendiri."

Postingan lainnya

Versi

Mesin fakum menyedotku, aku debu apakah suci ataukah aku layak kotor. Orang mengambilku dengan kedua tangannya dan mereka ber-taharah. Aku m...