Minggu, 22 Februari 2026

Membeli buku C dan C++ Pertamaku


Membeli buku C++ untukku adalah hadiah puasa Ramadhan ke-5. Saya pada awal membeli buku ini bukan karena ragu, sepenarnya bukan karena konsumtif juga.

Membelinya buku ini karena rekomendasi dari nalur pikiran analisa ChatGPT yang bukan pintar namun dia pandai menganalisis percakapanku. Ia berhasil membuatku untuk mendapatkannya.

Saya teringat satu hal:
"Ilmu itu datang karena kamu datang,
Bukan guru yang datang kepada murid"

Itu akan menjadi pepatah dikebang selamanya. Layak dipikirkan lebih.

Saya membelinya karena senang dan antusias dengan bahasa C++ low-lovel meskipun banyak yang bilang tidak rekomendasi ke ranah itu, ingat perkataan ini juga:

"Pekerjaan kecil akan menghasilkan hasil kecil, pekerjaan besar akan menghasilkan hasil besar"

Saya akan tetap dengan antusias kalau C++ menjadi bahasa pemrograman Saya,

Saya cinta Windows dan Saya cinta C++, esok hari Saya juga akan cinta bahasa C.

Bahasa C++ adalah segalanya untuk laptop kentang sepertiku, awww...

Pengajian Pada Tanggal 22 Feb 2026


Pengajian ini diisi pada tanggal 22 Feb 2026.

Rabu, 18 Februari 2026

Tutorial Sederhana Bermain MYSELF

Moshe sedang membawa gim bongkar pasang tradisional bermerek MYSELF. MYSELF adalah pengalaman berdandan yang terinspirasi oleh boneka kertas tradisional. Cara yang lambat dan taktil untuk tetap terhubung dengan diri sendiri.

Assemble Who You Are
Moshe akan memberitahumu bagaimana cara bermain gim bongkar pasang:
Kita jelaskan dalam bentuk gambar juga:


Langkah pertama, siapkan edisi batch MYSELF yang kamu sukai, kalau tidak punya? dapatkan di toko terdekatmu atau lewat Shopee (
https://shopee.co.id/product/1602651439/46606234026/
), untuk saat ini kita baru memiliki 3 batch.


Disini kita mengambil batch 2 dimana tema tentang religi, dimana kita melihat file mentahan,


Supaya mudah memotong halus, kita potong secara kasar


Hits: Haluskan potongan menjadi rapih (sesuai line art hitam tebal tepi setiap objek)


Susun objek sesuai pasangannya

Dan nikmati hasil, jangan lupa beri karaktermu nama, misalnya disini Saya memberi nama "Moshe"



Catatan Perjalanan YosDress (Beta v0.1)

YosDress adalah proyek yang dijalankan secara bertahap dan terbuka. Versi beta v0.1 menandai satu fase kerja: sebuah titik di mana proyek telah dapat dijalankan, diuji, dan didokumentasikan sebagai bagian dari perjalanannya.

Dalam prosesnya, YosDress dibangun menggunakan C++ dan pustaka grafis SFML. Keduanya berfungsi sebagai alat kerja yang memungkinkan ide divisualisasikan dan diinteraksikan secara langsung. Penjelasan teknis tidak menjadi fokus, karena proyek ini lebih banyak berbicara melalui bentuk dan prosesnya.

Pengembangan YosDress berlangsung dengan ritme yang tenang. Tidak ada target waktu yang ketat, tidak ada dorongan untuk segera menuntaskan seluruh rencana. Pekerjaan dilakukan dalam unit-unit kecil: menyusun satu bagian, mencoba menjalankannya, memperbaiki seperlunya, lalu berhenti. Kadang perubahan terlihat jelas, kadang hampir tidak terasa.

Proses compile menjadi bagian rutin dari pekerjaan ini. Ia bukan momen klimaks, melainkan langkah yang berulang. Saat program berhasil dijalankan, proyek bergerak maju. Saat tidak, ada bagian yang perlu ditinjau kembali. Aktivitas ini membentuk pola kerja yang stabil dan terukur.

Versi beta v0.1 dipilih sebagai penanda yang wajar. Tidak semua fitur perlu hadir, dan tidak semua kemungkinan perlu dikejar. Pada tahap ini, YosDress sudah cukup untuk menunjukkan bentuk dasarnya: sebuah proyek yang berjalan, dapat dimainkan, dan masih terbuka untuk perkembangan selanjutnya.

Seiring berjalannya waktu, pendekatan terhadap proyek ini menjadi semakin sederhana. Keputusan diambil dengan mempertimbangkan keberlanjutan kerja, bukan kelengkapan semata. Fokusnya adalah menjaga agar proyek tetap bisa dikerjakan, tanpa beban tambahan yang tidak perlu.
YosDress kemudian dibagikan secara publik melalui SourceForge sebagai rilis, dan GitHub sebagai repositori kode sumber. Keterbukaan ini dimaksudkan sebagai dokumentasi proses. Proyek tersedia untuk dilihat, dicoba, dan dipelajari sesuai kebutuhan masing-masing.

Catatan ini ditulis sebagai bagian dari arsip perjalanan YosDress. Ia merekam satu tahap kerja yang telah dilalui, alat yang digunakan, dan keputusan yang diambil pada saat itu. Tidak ada kesimpulan besar yang ingin ditarik. Proyek ini dicatat sebagaimana adanya sebuah proses yang sedang berjalan, dan akan terus berkembang sesuai waktunya.

Rabu, 11 Februari 2026

Doa Tidak Sama Dengan Pikiran

Tulisan ini sebagian hasil generative AI 

Dalam Islam, pikiran bukan doa.
Pikiran belum dicatat.
Yang dicatat adalah niat yang disadari, ucapan, dan perbuatan.
Maka menjaga pikiran itu penting, bukan karena ia doa,
tapi karena ia pintu ke niat.

“Pikiran = doa” (tidak tepat secara syariat)

Dalam Islam, doa itu perbuatan sadar:
  • Dimohonkan
  • Diucapkan (lisan)
  • Atau diniatkan secara jelas sebagai ibadah

QS. Ghafir 40:60
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan…”

Doa bukan lintasan pikiran.
Ia adalah permohonan yang disengaja.
Jadi kalimat “pikiranmu adalah doa” tidak memiliki dasar Al-Qur’an maupun hadits.

Pembedaan yang BENAR: pikiran - niat - ucapan - perbuatan

a) Pikiran lintas (khathir)

  • Datang dan pergi
  • Belum dicatat
  • Tidak berdosa dan tidak berpahala
QS. Qaf 50:16
“Kami mengetahui apa yang dibisikkan oleh jiwanya…”

Diketahui Allah, tapi bukan berarti dicatat sebagai dosa.
Hadits shahih:
“Sesungguhnya Allah memaafkan umatku atas apa yang terlintas di hati mereka, selama belum diucapkan atau dilakukan.”
(HR. Bukhari & Muslim)

b) Niat

Niat bukan sekadar pikiran, tapi kehendak sadar.
Hadits paling fundamental:
“Sesungguhnya amal-amal itu tergantung niatnya.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Niat baik:
Bisa berpahala meski belum terlaksana

Niat buruk:
Belum berdosa selama belum dilakukan

c) Ucapan

Ucapan sudah masuk wilayah catatan.
QS. Qaf 50:18
“Tidak ada satu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada malaikat pengawas yang siap mencatat.”

d) Perbuatan

Ini wilayah paling tegas.

QS. Az-Zalzalah 99:7–8

“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah… dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah…”

Perbuatan = konsekuensi nyata. 

Jadi, bagaimana kalimat itu seharusnya dipahami?

QS. Asy-Syams 91:8–10
“Allah mengilhamkan kepada jiwa jalan kefasikan dan ketakwaannya…”
Pikiran adalah awal arah, bukan doa itu sendiri.

Dalam Yudaisme: pikiran ≠ doa (secara literal)

Dalam Yahudi klasik (Tanakh/Taurat), doa (תפילה / tefillah) adalah:
  • Tindakan sadar
  • Diucapkan atau ditata secara formal
  • Menghadap Tuhan dengan kerendahan hati
Doa BUKAN sekadar lintasan pikiran.
Ulangan/Devarim 6:5
“Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu, segenap jiwamu, dan segenap kekuatanmu.”
“Hati” (lev) di sini bukan pikiran acak, tapi pusat kehendak dan kesadaran moral.

Pikiran dalam Yahudi: ada kategori khusus

Yudaisme sangat teliti membedakan kondisi batin.

a) Machshavah (pikiran)

  • Pikiran biasa
  • Lintasan mental
  • Tidak otomatis berdosa
Sama seperti dalam Islam: belum dicatat sebagai pelanggaran.

b) Hirhur aveirah (pikiran menuju dosa)

Dalam Talmud, dikenal konsep:
Hirhur aveirah kashah me’aveirah
“Pikiran menuju dosa bisa lebih berbahaya daripada dosanya sendiri.”
Ini bukan berarti pikiran dihukum,
melainkan:
  • pikiran yang dipelihara
  • dibayangkan
  • disengaja akan mengotori jiwa.
Belum dihukum, tapi merusak batin.
Ini mirip konsep niat, bukan lintasan acak.

c) Kavanah (כוונה) – niat sadar

Ini titik krusial.
Dalam Mishnah & Talmud:
  • Doa tanpa kavanah = kosong
  • Amal tanpa kavanah = cacat
Contoh (Mishnah Berakhot 2:1, makna):
“Jika seseorang membaca doa tanpa niat, ia belum benar-benar berdoa.”
Jadi:
Niat sadar lebih penting daripada kata
Tapi niat ≠ pikiran acak

Ucapan & tindakan: yang benar-benar “mengikat”

Bilangan/Bamidbar 30:3
“Apa yang diucapkan seseorang dengan mulutnya, jangan ia langgar.”
Ucapan sudah mengikat secara hukum.

Pengkhotbah/Kohelet 12:14
“Karena setiap perbuatan akan dibawa Allah ke pengadilan.”
Perbuatan adalah wilayah pertanggungjawaban utama.

Jadi bagaimana posisi kalimat “pikiranmu adalah doa” menurut Yahudi?

Secara literal: SALAH
Tidak ada dalam:
  • Taurat
  • Mishnah
  • Talmud
Tidak dikenal konsep:
“Machshavah = tefillah”

Secara moral-populer (baru & longgar):

Kadang dipakai secara metaforis, maksudnya:
  • Pikiran membentuk arah hidup
  • Pikiran memengaruhi niat
  • Maka jagalah pikiran
Ini etika, bukan hukum ibadah.
Dalam Islam maupun Yahudi, pikiran bukan doa.
Pikiran adalah arah, bukan permohonan.
Doa menuntut kesadaran, niat, dan keterarahan kepada Tuhan.
Maka jagalah pikiran, bukan karena ia doa,
tapi karena ia pintu menuju niat dan perbuatan.

Selasa, 10 Februari 2026

Pikiran Block Saat Mengerjakan Proyek C++: Bahaya yang Sering Diabaikan Pemula

Tulisan ini sebagian hasil generative AI

Dalam perjalanan belajar C++, ada satu momen yang hampir pasti dialami semua pemula:
tiba-tiba diberi proyek, meski kecil, lalu muncul kalimat jujur namun menakutkan:

“Waduh… aku nggak punya gambaran harus nyusun kodenya seperti apa.”

Ini bukan tanda bodoh.
Ini tanda otak sedang memasuki zona block.
Dan di C++, zona ini berbahaya jika tidak dipahami dengan benar.

Ketika Pemula Diberi Proyek: Masalahnya Bukan Kode, Tapi Gambaran Mental

Masalah utama pemula C++ bukan tidak tahu sintaks.
Biasanya pemula sudah tahu:
  • if, for, while
  • int, float
  • fungsi
  • Bahkan sedikit class

Namun saat proyek datang, yang hilang adalah:

gambaran mental tentang alur program

C++ tidak memberi “jalan cerita” otomatis.

Ia tidak berkata:
  • Mulai dari sini
  • Data mengalir ke sana
  • Objek hidup sampai kapan

Semua itu harus kamu susun di kepala terlebih dahulu.
Akibatnya:
  • Pemula menatap file kosong
  • Bingung mau mulai dari mana
  • Takut salah dari baris pertama
Inilah awal pikiran block.

Pikiran Block adalah Zona Bahaya di C++

Di bahasa yang lebih “aman”, pikiran block sering hanya berakhir dengan:
  • Kode berantakan
  • Performa buruk
  • Tapi program tetap jalan

Di C++, pikiran block bisa berujung pada:
  • Desain memori salah
  • Lifetime objek kacau
  • Pointer tidak jelas kepemilikannya
  • Bug yang tidak langsung muncul

Pemula yang block biasanya:
  • Lompat-lompat nulis kode
  • Copy-paste tanpa paham alur
  • “Asal jadi dulu”

Padahal di C++:
asal jadi = utang logika + utang memori

Dan utang ini dibayar mahal di akhir.

Kesalahan Umum: Mengira AI Bisa Mengganti Pola Pikir

Teknologi AI sering dianggap solusi:
“Kalau bingung, minta AI saja.”

Masalahnya bukan AI-nya.
Masalahnya adalah cara menggunakan AI.

Jika AI:
  • Langsung memberi struktur final
  • Menyuapi kelas, fungsi, dan algoritma
  • Menyelesaikan sebelum kamu paham masalah

Maka yang terjadi:
  • Kode ada
  • Program jalan
  • Pola pikir tidak tumbuh
Ini berbahaya di C++.

Karena C++ bukan bahasa meniru, tapi bahasa bertanggung jawab.

Istilah vibe coding bisa membantu eksplorasi, tapi:
vibe tanpa pemahaman = ilusi kemajuan

Pemula harus tetap melek terhadap susunan bahasa:
  • Mana data
  • Mana pemilik memori
  • Mana alur kontrol
  • Mana titik awal dan akhir program

Dinamika Masalah Lain yang Jarang Dibicarakan

Takut Salah Lebih Besar dari Keinginan Mencoba

C++ terkenal “keras”, sehingga pemula:
  • Terlalu hati-hati
  • Takut crash
  • Takut salah desain
Akibatnya: tidak mulai sama sekali.

Padahal:
desain jelek yang dipahami lebih berharga daripada desain “bagus” yang ditiru. 

Bingung Memisahkan “Masalah” dan “Implementasi” 

Pemula sering langsung mikir:
  • Class apa?
  • Fungsi apa?

Padahal seharusnya:
  • Masalah apa yang mau diselesaikan?
  • Data apa yang terlibat?
  • Siapa yang mengubah siapa?

C++ menuntut pemodelan masalah dulu, baru kode.

Overthinking Struktur Sejak Awal

Karena sering dengar:
  • “C++ harus rapi”
  • “C++ harus efisien”

Pemula terjebak:
  • mikirin arsitektur besar
  • padahal belum tahu alurnya

Di tahap awal:
kode yang hidup lebih penting daripada kode yang sempurna

Jalan Keluar dari Pikiran Block (Khusus C++)

Beberapa prinsip yang benar-benar menolong pemula:
  • Mulai dari alur, bukan file
    • Tulis di kertas: input -> proses -> output
  • Buat versi jelek yang kamu pahami
    • Satu main.cpp
    • Satu alur lurus
    • Tanpa OOP dulu
  • Tanya “siapa punya data ini?”
    • Stack atau heap?
    • Siapa yang menghapus?
  • Gunakan AI sebagai cermin, bukan otak
    • Minta penjelasan
    • Minta alternatif
    • Bukan solusi final
  • Sadari bahwa bingung itu fase normal
    • Bukan kegagalan
    • Tapi tanda otak sedang belajar berpikir sistem

Penutup

Pikiran block dalam proyek C++ bukan musuh, ia adalah alarm.

Alarm bahwa:
  • Kamu tidak lagi sekadar menulis kode
  • Kamu sedang belajar menyusun sistem di kepala

C++ memang tidak ramah.
Tapi justru karena itu, ia mengajarkan sesuatu yang jarang diajarkan bahasa lain:
Berpikir sebelum menulis,
dan bertanggung jawab atas apa yang ditulis.

Jika pemula bisa melewati fase ini dengan sadar,
C++ bukan lagi bahasa yang ditakuti, melainkan bahasa yang membentuk cara berpikir.

Sabtu, 07 Februari 2026

Kalau dengan AI lawan timpa string maka?

Tulisan ini sebagian hasil generative AI
“Kalau AI bisa generate kode, replace string, atau ‘menang cepat’, apa gunanya belajar C++ sedalam ini?”

AI:

  • bisa bantu menulis

  • bisa bantu menjelaskan

  • bisa bantu eksperimen

Tapi AI tidak menanggung konsekuensi runtime.

AI tidak:

  • men-debug UB yang hanya muncul di production

  • memutuskan layout memori kernel

  • bertanggung jawab saat sistem crash

Di C++ (dan apalagi OS):

Pemahaman manusia tetap penentu akhir

AI itu alat, bukan penanggung jawab.


AI, string replacement, dan realita C++

AI bisa membuat ini:
char buf[8];
strcpy(buf, "this is too long");

Tapi AI tidak merasakan akibatnya:

  • buffer overflow

  • stack corruption

  • crash acak

Manusia yang paham C++ langsung sadar:

// SALAH secara konseptual


Di C++, pemahaman mengalahkan generasi kode.

Postingan lainnya

Membeli buku C dan C++ Pertamaku

Membeli buku C++ untukku adalah hadiah puasa Ramadhan ke-5. Saya pada awal membeli buku ini bukan karena ragu, sepenarnya bukan karena konsu...