Rambut wig jadi dibuat karya seni, dan biasanya orang seni itu memamerkan karyanya bukan untuk kesombongan, semua orang seni memang perlu memamerkan karyanya agar bisa dilihat, dinikmati, dan dirasakan keajaibannya. Seperti Saya ini, Saya membuat rambut palsu dibantu tangan oleh kedua orang tua. Atas bantuannya, dukungan berupa support dengan cara membantu langsung.
Saya membuat karya seni bukan hanya sekadar memamerkan. Namun juga membuat mood Saya senang, kembali bugar.
Okelah ta-da..
Ini adalah rambut palsu terkecil yang Saya pernah buat saat ini pada hari minggu, tanggal 16, bulan November, tahun 2025. Nama karakternya adalah Menashe Shalom.
Menashe Shalom
Menashe Shalom sendiri diambil dari nama anak Nabi Yusuf AS, dan Shalom berarti "damai".
Kedua, nama Menashe bukan hanya berarti melupakan secara damai. Namun nama Menashe sendiri menjadikan boneka ini istimewa. Menurut tradisi Yahudi: nama ini bisa dimaknai sebagai simbol kemampuan untuk melupakan rasa sakit dan perjuangan masa lalu serta melangkah maju dengan harapan. Kalau menurut Saya yaitu tadi, melupakan secara damai. Kedamaian datang setelah dilupakan hal negatif.
Shalom. "Shalom" sering digunakan seperti "halo" atau "selamat tinggal" dalam percakapan sehari-hari, terutama dalam budaya Yahudi dan Kristen. Kalau biasanya hal yang menarik: sering digunakan dalam doa-doa dan ucapan syukur, seperti dalam "Shabbat Shalom" (Sabat yang penuh damai).
Memamerkan Boneka
Hal yang biasa, namun ini luar biasa. Pameran mengajak Anda untuk saling bertukar pemikiran terhadap karya seni orang lain, di sana, di tembok, di jalanan, di kota, di sawah, dan di tempat sampah juga. Begitulah..
Ambil kesimpulan,
Jangan dahulu,
Wanita dan pria!
Kita harus tahu tujuan datang ke pameran! Silahkan berikan pendapatmu di kolom komentar!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar