Tahun 2023: Bangkit dan Awal Pencarian
Pada semester pertama di tahun 2023 atau kelas 10, Nazwa mengalami masa sulit dalam hidupnya. Semangat berkarya sempat menurun akibat tekanan pribadi dan kondisi mental yang tidak mudah. Namun pada semester kedua, ia mulai bangkit dan berusaha mencari arah baru.
Di masa itu, ia mulai mempelajari bahasa pemrograman seperti PHP, JavaScript, HTML, dan CSS secara mandiri. Berbagai proyek awal dibuat meskipun masih berantakan dan penuh percobaan. Ia juga mulai mengenal dunia GitHub, mencoba berbagai fitur, serta berkontribusi kecil pada proyek orang lain. Pengalaman ini menjadi langkah penting yang menumbuhkan rasa percaya diri bahwa dirinya mampu berkembang melalui proses belajar mandiri.
Tahun 2024: Ledakan Kreativitas
Memasuki tahun 2024, kemampuan Nazwa mulai berkembang pesat. Ia tidak hanya belajar menggunakan teknologi, tetapi mulai menciptakan karya sendiri.
Salah satu pencapaian pentingnya adalah lahirnya Earl, bahasa pemrograman berbasis Bahasa Indonesia yang dirancang agar lebih dekat dengan pengguna lokal. Selain itu, ia juga membuat forum diskusi, dokumentasi, serta dukungan editor kode.
Di tahun yang sama, lahir berbagai proyek lain seperti:
- Miles, konsep media sosial papan.
- Tasbih Count, aplikasi penghitung dzikir.
- Piodrink, aplikasi pengingat minum.
- TanahLadang, game web sederhana.
- Bejana, proyek pengembangan lainnya.
Tahun ini menjadi bukti bahwa ia mampu mengubah ide menjadi produk nyata.
Tahun 2025: Masa Pendewasaan dan Dunia Profesional
Pada tahun 2025, Nazwa mulai mengembangkan proyek dengan arah lebih matang dan terstruktur.
Ia menciptakan:
- IlyasFamily, sistem data terinspirasi JSON.
- IlyasBat, bahasa pemrograman baru.
- KloraDrop, pengganti proyek lama yang dihentikan.
- Arganta, bahasa pemrograman untuk menjawab kebutuhan tertentu.
- Zolvaxia, konsep permainan kartu modern berdurasi cepat.
- Quobits, proyek digital berbasis web.
- Aerynth.os, desktop virtual interaktif sederhana untuk Windows.
Di bidang usaha, ia mulai merintis bisnis kecil bernama Etzbound Holdings, yang menaungi dua usaha:
- Maromiv Design
- Hayom Yom Snack/Snack Nazwa
Selain itu, Nazwa mulai membangun portofolio profesional melalui platform desain seperti Behance dan Dribbble.
Tahun 2026: Ekspansi Teknologi dan Karakter Kreatif
Pada tahun 2026, Nazwa terus menunjukkan perkembangan yang luas. Ia melahirkan:
- Memvort, proyek perangkat lunak yang dipublikasikan luas.
- Yidlang, bahasa pemrograman baru beserta spesifikasinya.
- Robot sederhana Harurin, lengkap dengan demo kode dan situs web.
- VERDEXA REI, karakter produk bergaya mecha-kawaii yang memadukan unsur robotik dan keimutan.
Perjalanan ini menunjukkan bahwa minatnya tidak hanya terbatas pada coding, tetapi juga merambah dunia karakter kreatif, robotika, dan identitas produk.
Perjalanan Nazwa Shabrina Zain selama tiga tahun di SMK N 1 Godean bukanlah kisah yang selalu mudah. Ia sering berada dalam posisi sendiri, tanpa kelompok besar, tanpa dukungan ramai, dan tanpa sorotan dari lingkungan sekitar. Banyak proyek yang ia buat bahkan tenggelam dari perhatian orang-orang di sekolahnya sendiri.
Namun justru dari kesendirian itu lahir ketangguhan. Ia membuktikan bahwa seseorang tetap dapat berkembang meski tanpa panggung, tanpa geng, dan tanpa pengakuan. Dengan belajar mandiri, mencoba berkali-kali, gagal lalu bangkit lagi, Nazwa menjadikan masa SMK sebagai ladang pembentukan karakter dan karya.
Kisahnya mengajarkan bahwa nilai seseorang tidak ditentukan oleh seberapa ramai dukungan di sekelilingnya, tetapi oleh seberapa kuat ia terus berjalan ketika tak banyak orang melihat perjuangannya.
Perjalanan ini belum selesai. Masa depan masih panjang, dan langkah-langkah berikutnya masih menunggu untuk diwujudkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar