Senin, 25 Mei 2026

Penentuan Masa Depan Bukan Dari

Saya akan berani bilang,

Ketika anak dewasa sudah memakai jas almamater dengan lulusan jalur prestasi yang membaggakan, di foto depan kamera dan masuk pengumuman sekolah dan guru bersorak-sorak, saya tidak di posisi itu. Ini masalah, maka Saya akan membahas bukan pada dasar iri dan dengki. Saya tidak suka cara berjalannya, mereka sebenarnya tidak melihat masa depan.

Well.. well.. well..

Hasil akurasi genAI sepenuh salah berkata:

"Penerimaan di universitas tidak menentukan masa depan Anda sepenuhnya. Gelar dari kampus bergengsi memang bisa membuka pintu awal di dunia kerja, namun kesuksesan jangka panjang sangat ditentukan oleh keterampilan (skill), etos kerja, kemampuan beradaptasi, dan jejaring yang Anda bangun, bukan sekadar almamater."

Bagi orang denial dan sombong itu sangat SALAH memandang.

Untuk orang sehat, ini adalah langkah keras.

Apa kata orang kebanyakan?

Jurusan seni prefer ke portofolio, dan orang malas menggerakkan jemari tangan karena mereka merasakan: "buat apa?", satu tantangan menjawab rasa kesalnya: MALAS. Orang malas itu BERMASALAH. Jangan beri ia panggung!

Masuk ke dalam masalah:

MALAS

Siapa ini kata bilang musuh kecil? Memang dia besar! Tuhan telah menciptakan kita wujud sempurna dan kita menjerit bilang "MALAS"!

Biasa orang bilang alasan malas bukan karena rendah motivasi, ia disandarkan pada kemampuan. Biasanya orang ingin sempurna, dan mereka ingin meraih ke "sempurna menghilangkan rasa malu dari ketidaksempurnaanku",

Saya memiliki fulan sekelas sekolah SMK, pada sebenar/fakta si fulan ini menerima nilai dibilang JELEK, namun dia bersikeras mencontek teman jadi mereka saling bekerja sama, selalu saja hasil bagus, yang terbaik dari matematika nilai 50/100, sedangkan saya? 14/100?!! burn out!!

Biasanya kalau orang cari nilai dengan cara begitu = tidak punya tujuan atau samakan arti plonga-plongo kaya kerbau.

SOMBONG

Sering sekali, bertemu dengan orang sombong, tipe:

"Sombong karena ilmu (kesombongan intelektual) adalah penyakit hati yang berbahaya. Ini membuat seseorang merasa paling benar, meremehkan orang lain, dan berhenti belajar karena merasa sudah tahu segalanya."

"Orang yang merasa ilmunya sudah cukup tinggi biasanya akan sulit menerima kritik, masukan, atau saran dari orang lain."

"Sikap meremehkan atau memandang rendah orang lain akan menjauhkan pertemanan dan merusak jaringan profesional (networking)."

"Kesombongan membuat seseorang gagal menghargai proses dan perjuangan orang lain yang mungkin tidak seberuntung dirinya."

Dampak sombong itu BESAR:

  • Menghambat Pertumbuhan Diri
  • Merusak Hubungan Sosial
  • Kehilangan Empati
...

"Orang dilihat biasa dalam akademis, sering kali berteriak pada "kerja keras"."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan lainnya

Holocaust

Kembali mundur 93 tahun lalu,Mengingat masa Holocaust mengingat masa kesedihan. Istilah Holocaust , yang dikenal dalam bahasa Ibrani sebaga...