Rezeki,
Saya sudah berikhtiar,
Hanya saja perlu HUZNUDZON/prasangka baik
Sudah tahun ke tahun dan Saya berusah payah demi menghasilkan banyak karya termasuj karya geluti saat ini soal Hasidik dan Cerita dibalik coretan dan kerja keras, Allah berkata lain, kalimat ini:
"Pastikan pekerjaan dilakukan dengan jujur dan tidak mengandung unsur haram. Keberkahan lebih penting daripada jumlah."
Cek listku:
- Jujur
- Tidak ada unsur haram (mencuri hak intelektual)
- Dan belum terpenuhi, jumlah.
- Saya akan melototi kalimat "jumlah", bisikan angin merambat ke telingaku. Ia berkata, karyamu bagus, sayang jika belum "berkah".
Saya mulai haus "bilangan", mulai validasi, namun bagiku itu HAUS, setidaknya itu baik juga, mulai minder (minder karya lain kok lebih disukai ketimbang karyaku apalagi Saya tipe orang sederhana)
Dan sekarang mulai berhenti,
Definisi berkah
Berkah adalah menetapnya kebaikan Ilahiyah pada sesuatu atau subutul khair wa dawamuhu (kebaikan yang tetap dan berkesinambungan).
Jelas lagi: Berkah (barokah) adalah bertambahnya kebaikan (ziyadatul khair) dan langgengnya kebaikan tersebut dalam kehidupan. Secara bahasa, berkah berarti berkembang, bertambah, dan kebahagiaan.
Saya berusaha untuk menjadi anak bermanfaat apalagi barokah,
Bisikan angin menerpaku:
"Nazwa, karyamu bagus, kolammu penuh, mana barokahnya?"
Dengarkan kata ini Nazwaku:
"Barokahmu ada, kamu cukup tahu saja; satu orang lebih berharga ketimbang orang lain diluar lingkaran ceritamu"
Bismillah,
Kejelasan semua ada di:
twomeaningfulart.wordpress.com
Karyaku memiliki visi & misi (https://twomeaningfulart.wordpress.com/about/), karyaku "baik", tidak menunjukkan anti-semit/streotip buruk/kutukan terhadap orang Yahudi. Allah tahu aku tidak jahat, Allah tahu yang aku gambar tidaklah orang jahat, Allah tahu setiap goresan aku gambar, adalah rahmat pengetahuan dari maha kuasa, maha penyayang memberikan waktu untuk bertaubat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar